May
02

ea88b9251ee85a313fcc39e555bf3453_nurul2013-cvwatching a tv above there. candid by gagah.

Apr
30

a7bc1ac984fe96821dea393374c36603_vitaSelamat menempuh hidup baru Vita! Semoga happily ever after. Amin3x.

MINGGU: 28 April 2013 di Cilacap.

Kika: Hany, Su, Sukma, the couple, Indra, Hany’s, Agung

Category: Aneka Ria  Tags:  Leave a Comment
Apr
30

4a1828e2fd653b98d1b28e089639d8f0_makan-kambingSelasa 30 April 2013 di pantry sekitar pukul 16.40 WIB. Saat lapar kembali datang. Kata yang menyantapnya, itu ada konro. Nyammm nyammm….

Mar
18

Artikel pengingatku ->

Persiapan Menjelang Akhir Masa Kerja

Akhir minggu lalu, saya bertemu dengan seorang kawan yang ingin mengakhiri masa bekerjanya tujuh tahun lagi, atau di usia 40 tahun. Setelah pensiun dini, dia berencana pulang kampung: berkebun, bertani, serta berternak. Tentu bukan dalam skala besar seperti pengusaha.

Ya, ala kadarnya. Membangun kampung, sekalian kalau ada teman-teman sekolah dulu (SD-SMA) yang belum bekerja bisa diajak sama-sama, tutur karyawan level menengah di lembaga internasional itu. Karena itu, ayah dua putra ini sudah menyiapkan investasi ditanam sejak usia 25 tahun yang akan dicairkan pada usia 40 tahun kelak.

Mendengar itu, saya hanya menarik nafas. Terlalu linier membayangkan masa depannya. Tapi sudahlah, toh niat baik sudah ditanam.

Berakhirnya masa kerja, bisa karena keputusan sendiri yang memang sudah direncanakan atau memang sudah waktunya memasuki masa pensiun. Tapi bisa juga, kondisi tersebut dipahami sebagai perpindahan dari bekerja dengan menerima gaji tetap menjadi bekerja tanpa pendapatan tetap.

Jika ini sudah menjadi pilihan untuk dipersiapkan, sebelum waktunya tiba mulailah menjalani hidup dengan anggaran terencana. Setidaknya satu-dua tahun sebelum pensiun dini. Siapkan (calon) sumber pendapatan. Dan jangan lupa: asuransi kesehatan.

Untuk mengetahui kesiapan yang baik, jangan lupa melihat beberapa hal ini:

1. Uji daya tahan pengeluaran
Ketika masa kerja berakhir, tentu pendapatan yang diterima sebagai gaji rutin akan berakhir. Karena itu, perlu memiliki sensitivitas pengeluaran jangka panjang.

Cobalah buat rencana pengeluaran, kemudian ukur dengan potensi penerimaan yang akan diperoleh. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa tabungan tidak bobol oleh belanja di luar batas kemampuan finansial. Karena itu, penting membuat daftar, minimal belanja pokokyang pasti dan belanja tambahan yang bisa berubah-ubah.

Mungkinkah tabungan dicairkan? Tentu saja. Sebab tabungan (bisa dalam bentuk investasi) disiapkan untuk menghadapi masa akhir berpendapatan rutin. Namun yang perlu diingat, jumlahnya jangan lebih dari 4 persen atau setara dengan 25 tahun hidup setelah pensiun.

Jangan lupa juga, ketika menghitung kepemilikan dana masa depan, disesuaikan pula dengan inflasi. Karena laju pertumbuhan harga ini akan menggerus nilai uang Anda.

2. Pendapatan penopang hidup
Kekhawatiran umum bagi orang yang ingin “memulai hidup baru” seperti di atas, termasuk soal pendapatan tetap. Tentu solusinya cuma satu: amankan pendapatan seumur hidup.

Masalahnya, dana yang ditanam pada asuransi pensiun misalnya, tidak bisa diakses setiap saat. Jika ditanam untuk cair usia 55 tahun, tidak bisa digunakan pada umur 40 tahun. Kecuali ingin kena denda.

Solusinya?
Siapkan tabungan atau simpanan, baik lewat asuransi maupun investasi, secara berjenjang. Pencairannya bertahap pada setiap periode-periode tertentu, misalnya setiap lima tahun. Tinggal pilih, bisa sejak usia 35 tahun atau 40 tahun.

3. Jaminan kesehatan

Selain soal dana tunjangan, masalah kesehatan tentu sangat penting di saat “gantung pekerjaan rutin” maupun pensiun dini. Pada usia pertengahan 20 tahun, belanja asuransi yang mengamankan kebutuhan jaminan kesehatan jangka panjang, bisa jadi pilihan bijak. Hal ini akan mampu mengurangi beban persiapan menyiapkan dana untuk berhenti menerima pendapatan rutin sebagai karyawan, maupun pensiun.

Jaminan kesehatan yang disiapkan sejak dini untuk masa datang menjadi penting, mengingat: kondisi kesehatan akan mengalami penurunan pada usia lebih tua (diminishing), sementara ongkos kesehatan akan terus naik.

Dana yang disiapkan untuk kehidupan masa mendatang sebaiknya dipisahkan dari kebutuhan kesehatan. Beban tabungan atau investasi akan terlalu berat jika harus menggendong biaya untuk sehat kelak.

Sudahkah siap pensiun dini? Entahlah, kata teman saya itu. Kelak kami akan berbincang lagi, mungkin tentang rencana pensiunnya dari rutinitas pada usia 40 tahun atau bisa juga ada rencana baru yang lain.

Salam.

Herry Gunawan, Pendiri Plasadana.com

Feb
15

9849e1742025960e335780ee9359d712_rini-juwari

Apa aset termahal detikcom? Jelas SDM-nya. Mendapatkan SDM dan membentuknya berkualitas sesuai kebutuhan adalah tantangan tersendiri.

Ini adalah Rini dan Juwari. Juwari, lulusan UGM, tampak malu-malu digoda oleh teman-teman. Sedang Rini adalah mantan penyiar radio. Di depan mereka tersaji nasi box D’Cost seharga Rp 27 ribu.

Feb
15

Salah satu tafsir yang mempesonaku dan kupercaya kebenarannya adalah tafsir soal bola api (meteor) atau bintang jatuh. Berdasar bacaanku semasa remaja dulu, meteor yang jatuh ke bumi adalah bola api yang dilemparkan oleh malaikat kepada jin-jin yang bersekutu dengan dukun/paranormal di bumi. Jin-jin itu bertugas mencuri dengar tentang kabar-kabar langit untuk disampaikan kepada dukun dan memberinya bumbu macam-macam (bohong). Malaikat lantas mengusir para setan itu dengan lemparan bola api (meteor).

Meteor yang jatuh ke bumi (meteorit) meninggalkan bekas cukup luas. Bekas-bekas meteorit itu banyak terdapat di kawasan-kawasan yang menurut sejarahnya banyak dukunnya di negara Barat. Bekas meteorit di Indonesia tidak terlalu banyak.

Ini ayat-ayat Al Quran yang ditafsirkan sebagaiccb386cd50902310c6e97d9fb9aa6885_meteor meteor yang mengejar setan pencuri dengar:

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya). Dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk. Kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang. (QS. Al Hijr, 15 : 16-18).

Dan sesungguhnya kami (Setan/Jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api. Dan sesungguhnya kami (Setan/Jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya), Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.(QS. Al Jin, 72 : 8-10).
7692c48f680268ec24a943ff4ccc28ef_meteor2
Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada setiap pendusta lagi banyak dosa. (QS. Asy Syuara, 26 : 221-222)

Allah telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan. Yaitu bintang-bintang. Dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka. Setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal. Akan tetapi barang siapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang. (QS. Ash Shaaffaat, 37 : 6-10).

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala(QS. Al Mulk, 67 : 05)

Category: Menu Jiwa  Tags: ,  Leave a Comment
Nov
21

ef041a9db441cfef30db01452c9cb3a1_madHaji Suprijana aka Ahmad Hamzan, Kabiro TVOne di Surabaya, tiba-tiba mengirimkan foto-foto saat kami bertugas di Arab Saudi tahun 2011. Aku sendiri belum sempat mendownload foto-fotoku dari memori kamera dan BB.

Foto kecil ini diambil di depan Wisma Haji Indonesia di Madinah. Wisma ini seperti hotel 5 lantai, menjadi kantor plus hunian panitia haji. Dari tiga wisma haji di Saudi yaitu di Makkah, Madinah dan Jeddah, wisma di Madinah paling keren. detikcom biasanya meminta agar wartawannya ditempatkan di kota ini karena paling “menyehatkan”. I guess that’s good idea!

Madinah bukan kota utama ibadah haji dan umroh. Dia ‘hanya’ tempat menjalankan ibadah sunat berupa salat arbain yaitu salat 5 waktu selama 8 hari (40 waktu) dan juga ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi (Masjid Nabi). Madinah juga mendapat gelar Kota Nabi. Di kota inilah Islam berpendar menjadi sedahsyat sekarang. Makkah - Madinah ditempuh selama 7 jam naik bus.

Nov
21

307823d2d8434a56cefdbc391880236e_nurul-moskwaSuhu 5 derajad Celcius langsung menyambut begitu detikcom dan rombongan keluar dari Bandara Demodedovo, satu dari tiga bandara internasional di Moskow, setelah belasan jam mengudara plus transit 7 jam di Abu Dhabi. Jaket tebal pun segera dikancingkan, demikian juga sarung tangan.

Jam menunjukkan pukul 4 sore, Jumat 16 November 2012. Sementara ada acara super duper penting yang wajib dihadiri pada pukul 6 sore di Hotel Ararat Park Hyatt di jantung Moskow. Naik mobil jelas tidak keburu, karena bandara terletak 40 km dari pusat Moskow dan jalanan macet. Seorang pramugari Etihad, maskapai pesawat yang kami tumpangi, menggambarkan kemacetan Moskow sangat luar biasa. “Jakarta tidak ada apa-apanya,” kata pramugari yang bila bertugas di Jakarta menginap di Hotel Pullman (dulu Nikko) ini.

Untuk mengejar waktu, kami naik kereta ekspres. Tarifnya sekitar 350 rubel atau Rp 120 ribu. Tak banyak penumpang naik kereta dengan tempat duduk dua-dua ini. Meski demikian, kereta tetap melaju menuju pusat kota. Bayangan pun berkelebat di benak bahwa akan seperti inilah kereta Bandara Soekarno-Hatta ke Manggarai di masa mendatang.

Sepanjang perjalanan dengan naik kereta ekspres itu, kami disuguhi pepohonan menjulang yang meranggas karena musim dingin. Sesekali terlihat rumah-rumah dengan arsitektur lokal setempat dan bangunan-bangunan bercat krem kelabu di pinggir jalan.

Sekitar 30 menit, sampailah di stasiun tujuan. Penumpang turun dari kereta dan keluar dari stasiun. Di mulut stasiun sejumlah pria berjaket hangat dan bertopi menawarkan jasa taksi. Mirip seperti di Indonesia tapi mereka tidak memaksa apalagi main kerumun ke “sasaran”.

Di luar stasiun, sebuah mobil telah menunggu kami untuk menuju ke hotel tempat acara. Bukan main, benar kata Mbak Pramugari Etihad itu, Moskow macet panjang. Hanya saja tidak ada rombongan pemotor yang menguasai jalan seperti di Jakarta. Semuanya mobil, bercampur dengan railbus listrik alias trem. Semuanya bersabar menunggu giliran jalan.

“Kalau musim dingin, orang sini lebih suka naik mobil karena hangat, makanya jalanan padat. Tapi kalau musim panas mereka lebih suka naik angkutan umum,” kata Harry, seorang WNI yang 14 tahun menetap di Moskow. Angkutan umum di Moskow terbilang bagus, terdiri dari trem dan Metro (subway).

Sepanjang jalan kami deg-deg plas, khawatir tidak bisa mengejar acara. Bahkan kami berniat turun saja di tengah jalan saat mobil kesulitan berbelok menuju hotel yang sudah tidak seberapa jauh. Tapi sopir mobil yang asli orang Rusia melarang karena khawatir disemprit pak polisi.

Bangunan di Moskow rata-rata berarsitektur kuno yang dirawat habis-habisan, tidak terlalu tinggi (paling 5-7 lantai), dan tidak memiliki basement. Artinya, parkir harus di pinggir jalan atau trotoar sehingga sering menjadi sumber macet. Mobil orang Moskow rata-rata premium seperti Audi, Mercy, BMW, Lexus, Jaguar, dan mereka harus parkir mepet-mepet, sepertinya tidak takut kebaret. Bagi mereka, beli mobil mewah seperti beli kacang goreng karena mereka rata-rata makmur.

Barang-barang di Moskow relatif terjangkau, yang termahal hanyalah properti. Tempat kos Harry saja Rp 10 juta/bulan, itu pun tak terlalu luas.Saking mahalnya properti, tarif hotel termahal rata-rata di dunia ada di Moskow.

Setelah check in di Hotel Ararat yang bertarif Rp 3 juta/malam untuk kelas standar, cuci muka dan ganti baju, kami mengejar acara di sebuah ruangan hotel di lantai bawah. Acara sudah mulai tapi untunglah acara inti bisa kami dapatkan.

Setelah acara berlalu, sekitar pukul 9 malam kami makan malam di sebuah restoran Kuba populer, Havana. Hidangan yang disajikan ciamik dan tarian Latin yang digelar sangat seksi, menampilkan dancer-dancer profesional asli dari Kuba dan sekitarnya. Mereka menari salsa, samba, capoeira dll. Dinner ini berakhir pukul 12 malam.

Esok harinya, hari Sabtu, adalah waktu mengeksplorasi Moskow. Karena waktu yang tak banyak, kami manfaatkan untuk jalan-jalan di pusat wisata paling favorit; Red Square (Lapangan Merah). Lapangan ini berada di samping Kremlin, pusat pemerintahan Rusia. Di sekitar lapangan ini terdapat situs bersejarah seperti Museum Sejarah Uni Soviet, Katedral Santo Basil yang memiliki kubah warna-warni bak istana boneka, dan juga Mausoleum Lenin, tempat jasad Vladimir Lenin yang diawetkan disemayamkan.

Hingga kini Lapangan Merah masih digunakan sebagai tempat upacara, perayaan, dan parade militer. Di sekitar sini juga terdapat api abadi dan tamu negara biasanya meletakkan karangan bunga untuk para pahlawan di sini, termasuk SBY saat bertandang beberapa tahun lalu.

Dua tentara bermantel musim dingin berdiri tegak siaga di posnya sembari membawa senjata laras panjang. Sementara, ratusan turis berfoto ria tak jauh darinya. Di dekatnya terdapat tugu berderet bertulisan kota-kota bersejarah yang memblokade tentara Napoleon Bonaparte yang bermaksud menguasai Rusia di zaman dulu.

Bangunan tua di Rusia — termasuk gereja — banyak menampilkan kubah mirip masjid di Indonesia. Itu karena arsitek pembangunan gedung tersebut berasal dari Turki atau terpengaruh Turki. Sekadar diketahui, Rusia merupakan negara terluas di dunia dengan penduduk 145 jutaan saja. Sebanyak 20 juta di antaranya beragama Islam, agama terbesar kedua setelah Kristen Ortodoks. Muslim di Moskow di kisaran 1 juta jiwa.

Dari Lapangan Merah kita juga bisa nelihat dari kejauhan Gereja Putih yang dibangun tahun 1800-an yang arsitekturnya berkiblat ke Turki. Namun seiring dominasi Komunis pada abad 19, gereja Kristen Ortodoks itu dihancurkan dan dipakai kolam renang pada 1960-an. Pada tahun 1990-an, Komunis runtuh dan gereja itu pun dibangun sesuai aslinya.

Di sekitar Lapangan Merah juga ada bangunan yang sedang direnovasi. Proyek pembangunan harus tetap mempertahankan keindahan kota sehingga bagian luar proyek bangunan itu dibungkus kertas/tekstil bergambar indah. Kain penutup ini membuat proyek tidak tampak amburadul.

Kami lalu mengunjungi
Leninski Gori, yang merupakan titik tertinggi di Moskow. Di sini kita bisa melihat landskap seluruh Moskow dari kejauhan. Di dekat tempat ini terdapat gedung pencakar langit Universitas Negeri Moskow yang megah, bergaya campuran barok, gotic dan berteknologi Amerika, yang biasa disebut Stalinish style.

Masih ada 6 gedung sama persis lainnya yang tersebar di Rusia dan bersama Universitas Negeri Moskow, ketujuh bangunan itu dijuluki The Seven Sisters. Dari atas Leninski Gori, kita bisa melihat satu Seven Sisters lainnya yang kini menjadi Hotel Radisson, hotel bertarif termahal di dunia.

Masih ada pemandangan menarik lainnya dari atas Leninski Gori yaitu Stadion Luzhniki. Pada 1956 Presiden Soekarno berpidato di stadion tersebut di hadapan ribuan warga Moskow dan menyebut mereka sebagai, “Saudara yang jauh di mata tapi dekat di hati.” Tak lama setelah itu, Rusia membuatkan stadion yang sama persis dengan Luzhniki, yang kini bernama Gelora Bung Karno (GBK) di Senayan, Jakarta. GBK adalah salah satu penanda sejarah eratnya hubungan Indonesia - Rusia tempo doeloe.

Puas di sini, perjalanan berlanjut di kawasan pedestrian Arbat Street yang ramai orang berjalan-jalan. Di sini terdapat kafe dan toko-toko. Di antaranya adalah toko suvenir. Di toko ini biasanya turis Indonesia berbelanja. Seorang pramuniaga yang cantik dan kenes bernama Dameera bahkan bisa berbahasa Indonesia sepatah dua patah. Dameera yang berambut keriting sebahu dan beragama Islam ini mengaku pernah berpacaran dengan pria Indonesia.

Dameera melayani dengan ramah dan murah senyum. Saat kami bilang “mahal” pada suvenir tokonya Dameera langsung mengernyitkan alis dan menyahut dalam bahasa Inggris,”Ya saya setuju dengan Anda, semua barang di Moskow ini mahal.”

Puas belanja, kami mengusir hawa dingin yang menusuk tulang dengan minum coklat panas di sebuah kafe yang cukup populer. Di kafe ini muda-mudi Rusia juga biasa nongkrong. Para gadisnya modis, cantik menawan khas Eropa Timur, berbadan tinggi semampai bak model, dan banyak di antaranya yang merokok.

Karena malam telah larut, kami lantas kembali ke hotel, packing, dan istirahat. Minggu esoknya setelah sarapan, langsung menuju bandara untuk kembali ke Jakarta. Karena hari libur, jalanan tidak macet sehingga kami naik mobil. Suhu menunjukkan 2 derajat Celcius, seolah membekukan urat-urat kami yaang terbiasa pada kehangatan tropis.

Sungguh, dua malam tak terlupakan di Moskow!

(Tulisan ini merupakan laporan untuk detiktravel. Foto lainnya bisa diklik di sini)

Nov
21

73d1808a9664ef23ff5ca4604766068d_nurul-basilSebulan dua bulan lalu dengan malu-malu aku berujar bahwa negeri yang ingin kukunjungi dalam waktu dekat adalah Rusia. Hingga suatu pagi di pekan kedua November Indra berujar,”Mbak, ada undangan dari Garuda ke Rusia.”

“Rusia? Wah keren juga tuh! Acara apa itu?” jawabku sambil teringat mimpiku bulan lalu. Indra menggeleng.

Sejam kemudian, Gagah datang. “Mbak ke Rusia ya?” ujarnya sambil mengangsurkan undangan kepadaku. Aku bersikap sok biasa saja meski mataku berbinar ceria, jantungku berdetak gembira.

“Disuruh Pak Asydhad?” tanyaku meyakinkan.
“Iya,” sahutnya.

Rasssyyyiaaaa, i’m comiiiiiiiiiing…………….Pada hari itu juga aku melengkapi persyaratan dan dikirim kurir esok harinya ke Aerotravel, anak usaha Garuda yang mengurusi visa ke Rusia.

Pada Kamis 15 November pukul 18.00 WIB, aku bersama Mas Asep (Bisnis Indonesia), Mb Indah Permata (MetroTV), Hotma Siregar (Comm Analyst Garuda) dan Tri Poetra Indra Sakti (SM Garuda) terbang dengan Etihad. Transit di Abu Dhabi 7 jam. Tiba di Moskow esok harinya sore hari (Jumat).

Sabtu jalan-jalan, Minggu pagi usai sarapan ke bandara lagi untuk balik ke Jakarta. Capek di jalan tapi sangat worth it!!!!!!

Rassssyyyiiaaaa…………….i loved it!

Next target: I wish Turkey….yeah that’s cooooooooooooolll !!! Amin 3x.

Nov
09

0b52fe8823fea39c7d7555f0a8817381_julia-cvSiang itu aku tidak berhenti tertawa. Tertawa lucu dan kasihan. Aku berkali-kali melihat tayangan di Youtube tentang PM Australia Julia Gillard yang jatuh terjerembab karena sepatu hak tingginya tersangkut rumput saat berkunjung di India.

Bukan kali ini saja Gillard bermasalah dengan sepatu bertumit tinggi. Aku menuliskannya di berita: 4 Insiden PM Julia Gillard VS Sepatu Hak Tinggi . Memang sih pake sepatu hak tinggi terlihat seksi, tapi sama sekali tidak nyaman. Semoga Bu Julia baik-baik saja setelah insiden “Cinderella Moment” itu.

Category: 1  Tags:  Leave a Comment