August 27th, 2008 by orangdalam
Saat pindah dari Wisma Pondok Indah 2006 lalu, kami meninggalkan Mal Pondok Indah I dan II. Di sini, nggak ada mall. Tapi tidak apa, malah bisa lebih hemat
Tapi tak lama lagi, sekitar 1 atau 1,5 km dari kantor, akan ada mal baru. Namanya Pejanten Village.
Ini pengumuman dari pengembangnya:
PEJATEN VILLAGE Your Lippo Mall
Di penghujung tahun 2008 Lippo Mall Group menghadirkan sebuah Mall dengan konsep yang sangat berbeda yaitu perpaduan produk – produk berkualitas dan unik yang siap menyongsong tahun 2009. Pejaten Village yang berlokasi di persimpangan yang sangat sibuk di bilangan Jakarta Selatan yaitu Jl Warung Jati Barat & Jl Pejaten Raya yang terhubung dengan Jakarta CBD.
Memiliki luas lebih dari 4000 M2 tempat retail yang berkualitas dengan dukungan Anchor Tenant seperti New Generation Matahari Departemen Store dan Hypermart, XXI Cineplex, Time Zone, FJ Square Food Hall, Gold Gym, Pejaten Village merupakan Mall terlengkap yang akan mendulang sukses dengan menawarkan perpaduan produk yang sangat berkualitas.
Tidak hanya produk fashion dan hiburan Pejaten Village juga mempunyai area bermain bagi putra – putrid anda yang di kelilingi oleh dua lantai outlet Food & Beverage dengan konsep alfresco / deck seating, fashion Island yang merupakan gabungan sebuah area fashion yang unik.
Target marketnya adalah middle to upper-midle income segment. Dengan memiliki lebih dari 160 outlet yang didukung oleh Tenant – tenant berkualitas Pejaten Village akan menjadi bagian dari kehidupan anda saat pembukaan nanti.
Posted in 1 | 1 Comment »
August 24th, 2008 by orangdalam
Suatu ketika temanku menjuluki teman2nya. Dia bilang gini: Teguh sejarahwan, Iin sastrawan, lalu dia menyebutku sebagai wisatawan….Aihh…sebutan yang membuatku senang. Menjadi wisatawan dan menuliskannya sebagai laporan adalah kesukaanku yang tiada tara. Rasanya hepi banget menemui sesuatu yang baru dan membaginya pada orang2.
Sayang aku tidak banyak melakukan perjalanan sehingga tak banyak yang bisa kubagi pada orang lain/pembaca. Bisa jadi aku punya banyak yang bisa dishare, cuma kadang tidak ada waktu atau konsentrasi untuk menuliskannya.
Tapi setidaknya tahun lalu aku pernah menulis perjalanan semi backparker di 3 negara yaitu Singapura, Malaysia dan Thailand dalam 7 tulisan:
Piknik Mur-mer 3 Negara (7)
Skytrain dan Chatuchak Market
http://www.detiknews.com/read/2007/06/04/162201/788941/10/skytrain-dan-chatuchak-market
http://www.detiknews.com/read/2007/06/04/153716/788909/10/kaos-kuning-di-hari-lahir-raja
http://www.detiknews.com/read/2007/06/04/145554/788863/10/keliling-dengan-senjata-moo
http://www.detiknews.com/read/2007/06/04/125356/788777/10/backpacker-harus-sabar-menanti
http://www.detiknews.com/read/2007/06/04/100502/788613/10/mee-bandung-di-kuala-lumpur
http://www.detiknews.com/read/2007/06/04/081736/788511/10/cable-car-ke-pulau-sentosa
http://www.detiknews.com/read/2007/06/04/070436/788468/10/piknik-murah-meriah-3-negara-(1)
Aku berdoa akhir tahun ini (setelah Lebaran) atau awal tahun depan aku bisa berkunjung ke Cina. Kalau ada umur dan rezeki juga ingin ke Arab Saudi. (ada yang mau bareng?). Amin3x.
Foto: dua pria bersama lady boys (katoy), gender ketiga di Thai yang diakui.
Posted in 1 | No Comments »
August 23rd, 2008 by orangdalam
Saat 3 minggu di amrik, yang paling sering kuliat adalah orang bule suka bawa cup kertas isi kopi panas. sambil jalan cepat, mereka membawa cup itu, menyeruput isinya sesekali. Shawn, interpreterku dkk, juga melakukan hal yang sama. orang bule memang maniak kopi. Kalo ngeliat mereka aku jadi berpikir, kayaknya enak nih minum kopi ala mereka…
Hingga suatu ketika aku mencicipi kopi yang biasa mereka minum. rasanya? Nggak enak blas!
Nenden yang lebih paham masalah perkopian dibanding aku, sangat merindukan kopi khas Indonesia seperti Kopi ABC, Kopi Torabika, yah yang biasa kita beli sachetan di pinggir jalan… Nenden aja gak demen kopi bule, apalagi aku..
Aku sendiri untuk pertama kalinya beli kopi di restoran orang bule saat di Disney, Orlando, Florida. Kala itu aku pusing berat setelah main ‘gelas putar’
:D Rasanya? Nggak enak meski sudah dikasih krimer dan gula banyak!
Posted in 1 | 1 Comment »
August 22nd, 2008 by orangdalam
Berkali-kali e-mail resmiku ngadat. Nggak bisa narik email baru. Padahal email itu buat urusan kerja. Tanpa e-mail itu, pekerjaan kantor terhambat. Berita banyak yang telat turun.
Penyebab e-mailku ngadat rata-rata adalah karena aku males menghapusnya. E-mail bertumpuk, menyampah, memenuhi hard disk. Maklum saja, setiap hari aku menerima 500 e-mail! Tapi kini aku rajin selalu menghapus. Baru dapat beberapa, baca, garap, hapus.
Posted in 1 | No Comments »
August 22nd, 2008 by orangdalam
Posted in 1 | 1 Comment »
August 22nd, 2008 by orangdalam
Rabu malam lalu iseng-iseng aku mampir ke gedung kesenian jakarta (GKJ), Pasar Baru, Jakpus. Aku mengantongi undangan dari Kedubes Jepang yang isinya tentang pertunjukan ‘musik bambu’, dalam rangka 50 tahun persahabatan Indonesia-Jepang. Ini adalah untuk pertama kalinya aku ke GKJ, jadi mumpung gitulah…
Seperti biasa,acara dibuka dengan pidato. Dubes Jepang berpidato dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata. “Ini contekan,” ujarnya sembari membuka kertas yang terlibat.
Pidatonya singkaaaaaat sekali. Hadirin jelas senang. Setelah itu giliran orang Indonesia yang pidato. Pidatonya, bisa ditebak, panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang sekaleee…. Bangsa kita tampaknya memang suka/pintar pidato.
Posted in 1 | 1 Comment »
August 22nd, 2008 by orangdalam
Tidur/menginap di kantor menurutku perlu untuk anak-anak yang baru. Itu merupakan tradisi di sini. Dulu aku juga sering menginap di kantor. dalam seminggu bisa beberapa hari. Tidur di tempat seadanya. Kasur tipis, bau, di sudut-sudut ruang.
Dulu tidak ada piket malam. Tidak ada kerja 24 jam. Tapi aku dan sejumlah teman baru tetap tidur di kantor. Kami memantau berita. Kami mendengarkan HT. Mendengarkan radio berita. Kalau ada yang layak ditindaklanjuti, kami selanjutnya akan menulis dalam bentuk berita. Bahwan Korlip Iwan kala itu kalau tidur juga ditemani HT di sampingnya (entah dia dengerin atau kagak hehehe).
Tidur di kantor berarti dia bekerja lebih larut dan bekerja lebih pagi.
Karena itu aku senang juga jika ada anak baru atau ‘pejabat baru’ di redaksi yang tidur di kantor. Dia berarti mempertahankan tradisi ‘tidur di kantor’ yang telah ada sejak 10 tahun lalu. (dengan catatan tidak untuk numpang tidur belaka lho…).
Posted in 1 | 3 Comments »
August 21st, 2008 by orangdalam
Beberapa hari di AS, ternyata AS tidak seperti yang kubayangkan selama ini. Aku tuh mikir AS itu liberal banget seperti di film2. Tapi ternyata nggak terlihat jelas.Kukira aku akan melihat orang kissing atau lebih dari itu di jalanan seperti di film2 Ternyata nggak tuh. Mereka juga lebih ramah dan lebih ringan tangan dibandingkan orang Indonesia.
Suatu ketika, Shawn memberitahu restoran Hooters yang katanya pelayan2nya adalah perempuan2 seksi dengan dada montok dan baju supermini. Waaa…harus ke situ deh…pengin tahu ‘taste berani AS’.
Dengan perut telah kenyang, kami akhirnya ke Hooters (bahasa slank dari susu). Ternyata di luar dugaan juga. Waitressesnya tidak buka2an. Dada mereka memang montok2, tapi tetap pakai baju tertutup. Tidak semini bayangan kami.
Padahal kata Shawn, restoran itu beken dengan pelayannya yang ‘buka2an’. Tapi ternyata pelayannya ‘cukup sopan’. Soal makanan….rasanya kurang enak…
Posted in 1 | 5 Comments »
August 16th, 2008 by orangdalam
Maybe karena genetika dan juga karena makanan. Badan orang Amrik subur2, sedang kita memang terlihat kurang makan/kurang gizi. 
Contohnya foto ini yaitu Maggie dan Nada. Keduanya bersahabat pena. Nada adalah gadis Aceh yang kehilangan keluarganya akibat tsunami 2004. Sedangkan Maggie adalah siswa SD yang bersimpati pada musibah itu dan menulis surat pada siswa Aceh dan ternyata dibalas oleh Nada (kala itu Maggie 9 tahun, Nada 8 tahun).
Sekarang Maggie 13 tahun dan Nada 12 tahun. Tubuh keduanya mewakili perbedaan badan kedua negara: satu bongsor, satunya kayak kita2 
Posted in 1 | 1 Comment »
August 16th, 2008 by orangdalam
Hari-hari pertama di Amrik, aduh mak, makanannya kok gak ada yang nendang. Dari satu restoran ke restoran lain, rasanya gak ada yang pas di lidah. Hingga akhirnya ketemu restoran Cina. Jadi kalo pengin makan banyak, ya mampirlah di restoran Cina. Ada nasi. Ada mie. Ada bumbu-bumbu. Ada sambal (kadang). Tapi rasanya kadang enak, kadang ya biasa2 saja. Tapi gpplah, toh sedikit dekat dengan citarasa Indonesia kami.
Setiba di Jakarta, aku kembali bertemu soto pinggir jalan, nasi goreng kaki lima, nasi padang di warung kecil, warteg….wadowww…ternyata baru terasa bahwa makanan di Amrik itu enak-enak. Bergizi. Dan serba restoran pula….:D Sedang makanan di sini terasa tidak higienis 
Posted in 1 | 1 Comment »