Maybe aku terlalu sibuk pada diriku sendiri, karena itu aku jarang blogwalking hehehe…tapi sore ini aku membuka kolom comment di CMS blog ini dan menemukan sejumlah komentar yang belum aku approve. Salah satu yang aku approve adalah komentar dari gajahpesing yang menulis,”selamat ulang tahun detikcom.”
Itu membuatku teringat pada pesta ulang tahun Juli yang dulu. Pesta itu dilakukan tepat saat aku masuk kantor setelah aku mengikuti pelatihan sebagai petugas haji selama 10 hari.
Tak ada sesuatu yang istimewa pada hari itu. Teman-teman bertindak biasa padaku, demikian juga atasan-atasanku. Tapi saat pesta dilakukan, masya Allah, aku mendapat sebuah penghargaan! Wow, surprised beratz dong!
Bos bdi memanggilku untuk mendapatkan piagam “lifetime achievement” alias “karyawan paling lumutan” wkwkwkw…. Wah, seolah mimpi saja. Aku mendapatkan iPad dan kata bdi,”hadiah naik haji selama 2,5 bulan!” Heheheh…
Thx all, para bos, teman2, dsb….detikcom membuatku banyak menemukan kesempatan, utamanya pergi ke Tanah Suci selama 2,5 bulan dan juga ke Amrik selama 3 minggu pada 2008 lalu.
Satu hal lagi, detikcom sebetulnya memberi kans padaku untuk maju berkembang, lebih dari yang sekarang. Sayang sekali, aku kurang berhasil memanfaatkannya, meskipun aku mensyukuri apa pun yang kuperoleh.
Yang paling berkesan dari pesta malam itu adalah, itu adalah pesta terakhir ulang tahun detikcom yang dirayakan pada Juli. Pada masa selanjutnya, detikcom akan berulang tahun pada Desember, berbarengan dengan TransTV dan Trans7. Maklum, pemiliknya sekarang adalah Bang CT.
Madinah al Munawwarah
Posted in Kantor Tersayang

di pilar jumroh aqobah
Baru kali ini aku memakai rompi dan memiliki (tepatnya diberi) rompi. Ternyata memakai rompi asyik. Aku bisa menaruh notes, pulpen, atau pernik lainnya di keempat kantongnya. Memang cocok buat wartawan! Sayang, kalau pake rompi di Jakarta sering diledek seperti tukang ojek atau wartawan gadungan. Hhehehe…
Ini adalah fotoku saat di pilar untuk lempar aqobah di jembatan jamarat, Mina, sekitar 7 km dari Makkah. Aku mengagumi jembatan jamarat yang berlantai 5 yang mampu menampung 5 juta jamaah, dengan arus 300 ribu jamaah per jam.
Aku menulis khusus tentang jembatan ini dengan judul: MENGAGUMI JEMBATAN JAMARAT di MINA.
Aku dkk mengunjungi jembatan itu sebelum puncak haji. Sepi. Saat puncak haji, masya Allah, buat jalan saja berimpit-impitan! Padahal jembatan ini sangat luas.
Ketika lempar jumroh aqobah pada tanggal 10 Dzulhijjah sore (6 November), aku melempar dengan sangat kuat pada pilar itu. Kerikilku juga cukup besar, sejempol. Sedang jamaah yang “berpengalaman” kerikilnya sebesar biji jagung. Melempar kerikil, sembari berteriak,”Allahu Akbar!” Batin terharu, mata pun berair. Subhanallah, Allah telah mengundangku napak tilas perjalanan Ibrahim yang mulia itu….terimakasih ya Allah. Semoga Allah juga mengundang Anda-anda semua. Amin3x.
Madinah Al Munawwarah
Posted in Menu Jiwa
Maha Suci Allah yang menjadikan ibadah haji hanya ditujukan kepada yang mampu, sekali seumur hidupnya,.
Mampu di sini, dalam hal materi, fisik, maupun psikis. Jika pikun, sebaiknya tak usah berhaji, karena tidak mampu. Bila sakit keras, cacat yang menghambat, tidak punya uang untuk transportasi, tidak ada simpanan untuk keluarga yang ditinggalkan, maka jangan memaksakan diri. Karena haji hanya untuk yang mampu saja, sekali seumur hidup.
Maha Suci Allah yang menjadikan haji hanya untuk yang mampu saja. Sebab, setelah aku mengikuti ritual haji, ternyata sungguh berat. Saban hari bisa berjalan kaki minimal 4 km. Antre pipis bisa makan waktu 45 menit. Makanan kadangkala tidak cocok dengan lidah dan perut. Tidur juga berimpit-impitan, itu pun kalau kebagian di dalam tenda.Berjalan saja desak-desakan. Thawaf megap-megap seperti ikan mencari oksigen.
Ibadah haji,memang tak semata fisik. Tapi fisik tetap nomor satu. Karena itu aku bersyukur, haji hanya diperuntukkan bagi yang mampu. Dan itu pun sekali seumur hidup.
Maha Suci Allah, yang menjadikan haji sebagai ibadah yang tak diwajibkan diterapkan pada setiap Muslim.
*Puncak haji jatuh 9 Dzulhijjah (5 November2 011, hari Sabtu). A Unforgettable journey. Thanx God for this chance of my life.
MADINAH AL MUNAWWARAH di kamar pemondokan di kantor misi haji Indonesia.
Posted in Menu Jiwa
Kasus pembobolan di Citibank Rp 17 miliar semula hanya menarik karena membawa nama bank besar, Citibank. Tapi setelah diketahui foto sosok tersangkanya, MD, yang bling-bling, kasus ini menjadi supermenarik.
Setelah kasus itu, terkuak pembobolan di berbagai bank lainnya dengan nilai yang lebih luar biasa, ratusan miliar. Tapi karena tersangkanya tidak “semenonjol” MD, akhirnya MD tetap menjadi perhatian utama.
Hmmm…sepertinya tidak berlebihan dalam mempermak tubuh memang keputusan yang bijak.
Posted in Kantor Tersayang
Selasa (13/9/2011) pagi, aku bersama teman-teman, nonton final Miss Universe 2011 yang digelar di Sao Paolo (Brazil) di StarTV yang terpasang di atas meja Hans, detikhot. Seperti yang biasa dilakukan penonton, kami menjadi juri dadakan. Menilai kontestan ini cakep kagak, seksi kagak, elegan kagak, dsb.
Masing-masing punya jagoan, bahkan sampai memetakan isu apa yang mencuat di dunia global, karena seringkali pemenang Miss Universe memang politis. Akhirnya, terpilihlah Miss Angola. Seorang gadis berkulit gelap, namun tentu saja dia manis dan pintar. Isu rasisme muncul di kontes ini, sehingga mungkin karena itu juri memilih ratu berkulit hitam. Wallahua’lam.
Malam harinya, aku dkk menonton Muslimah Beauty 2011 yang didukung oleh detikforum. Tidak seperti kontes kecantikan lainnya yang bermodal 3B (Body, Brain, dan Behavior), kontes ini lebih menekankan spiritual, emotional dan intelektual. Yah wajar saja, wong membawa label agama.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat Al Quran oleh qori dan qoriah internasional dan 10 finalis kontes. Pemenang kontes yang diadakan di Puri Agung Ballroom Hotel Sahid Jaya itu dimenangkan oleh finalis dari DKI Jakarta, Dika Restiyani. Dia adalah mahasiswi S2 Nanyang Technology Singapore dan memiliki bisnis produksi boneka. Acara yang dimeriahkan Tompi ini berakhir sekitar pukul 00.00 WIB. Yah, cukup menghibur!
Posted in Jalan Sutera
Kamis, 04/08/2011 07:03 WIB
Testimoni Yuyi: Ortu Beda Sikap Politik Bikin Keluarga Tak Harmonis
http://www.detiknews.com/read/2011/08/04/070324/1696090/10/testimoni-yuyi-ortu-beda-sikap-politik-bikin-keluarga-tak-harmonis
Jakarta - Data Mahkamah Agung (MA) menyebutkan tingkat perceraian bisa dipicu karena suami- istri beda sikap politik. Seperti diceritakan Yuyi, mantan none Makassar era tahun 2000-an yang mengaku keluarganya tidak harmonis lagi usai orang tuanya beda sikap politik pada Pemilu Kepala Daerah Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel).
” Waktu itu ada Pilkada Gubernur. Bokap gue dukung calon incumbent. Sedang Nyokap gue dukung calon penantang,” kata Yuyi memulai perbincangan dengan detikcom, Kamis, (4/8/2011).
Sikap keduanya mulai meruncing ketika memasuki masa kampanye. Keduanya mulai tidak harmonis di rumah. Saling curiga muncul apabila kedua belah pergi ke luar rumah. ” Yang satu nanya, pergi mau kemana. Satunya lagi tanya agenda rapat tim sukses apa,” ungkap perempuan berparas ayu ini.
Permasalahan mulai mengerucut ketika kedua belah pihak mulai mengerahkan massanya untuk kampanye terbuka. Sebagai ibu rumah tangga, ibu Yuyi merasa punya hak mengelola keuangan keluarga sehingga memanfaatkannya untuk dana kampanye. Adapun sang suami, pergerakan dukungan financial ke gubernur incumbent menjadi seret.
“Contohnya, bokap gue mau beliin kaos buat massa kampanye. Paling kan cuma Rp 500 ribuan. Susahnya minta ampun. Bokap gue harus colong- colongan,” cerita Yuyi.
Tidak hanya itu, biduk rumah tangga pun ikut tergoyang ketika kedua belah pihak sudah menggunakan media massa sebagai ajang kampanye. Istri merasa risih dengan kampanye tim sukses suaminya. Percekcokan ini mau tidak mau terbawa hingga meja makan.
” Kadang nyokap gue sampai marah- marah, ini kenapa orang kamu ngomong kayak gini. Hari ini kamu mau mengerahkan berapa banyak massa untuk kampanye,” kisah Yuyi menirukan kata- kata ibunya.
Usai kampanye berakhir, tinggallah detik- detik penghitungan suara. Ternyata, pemenangnya adalah calon yang di dukung oleh sang istri. Alhasil, sebagai perempuan, istripun langsung merasa di atas angin. Seakan- akan posisi kepala keluarga ditangan istri. Namun, bagaimana suami menyikapinya ?
” Bokap gue menghadapinya dengan rileks. Menurutnya, politik harus dihadapi dengan akal, bukan dengan hati,” beber Yuyi.
Kini, masa kampanye telah berakhir. Gubernur Sumatera Selatan pun telah terpilih. Namun sisa- sisa “dendam” politik tersebut masih membara di sudut kamar rumah. ” Tapi alhamdulillah, bokap- nyokap gue gak sampai cerai. Jangan sampai lah,” harap Yuyi menyudahi pembicaraan.
(asp/van)
Posted in Kantor Tersayang
Senin 11 Juli pagi. Sudah dua minggu aku tidak mengantor karena ada tugas luar. Pagi itu dari kejauhan, saat menapaki pelataran gedung kantor, ada pemandangan yang membanggakan. Sejumlah buket bunga berjajar, memberikan ucapan selamat atas ulang tahun ke-13.
Ya, my lovely detikcom berulang tahun 9 Juli 2011. Pada 8 Juli malam, asy mengirim BBM kepadaku, meminta agar aku menulis surat dari buncit untuk “pengumuman” ulang tahun. Dia berujar,”hanya kamu yang bisa nulis.” Saat itu aku baru selesai pelatihan 10 hari dan lelah sekali. Sehingga aku menjanjikan mengirimkan tulisan padanya esok paginya. Hari itu aku tidak ada ide sama sekali menulis apa.
Esok harinya, pukul 05.35 WIB aku sudah berada pelataran Cilandak Town Square (Citos). Aku janjian pukul 06.00 WIB dengan rombongan sahabat untuk melakukan outbond, yang tiketnya sudah sebulan lalu kubeli. Sembari menunggu mereka, aku ketak-ketik di BB-ku. Jadilah artikel “detikcom genap berusia 13 tahun”. Tulisan yang sederhana, yang segera kukirim ke asy untuk ditambahi sana-sini dan dinaikkan.
Setelah pelataran gedung kantor lewat, masuklah ke lobi gedung. Wow, bunga-bunga berjajar memenuhi lobi. Ketika naik ke lantai 4, lagi-lagi bunga ucapan selamat berjajaran. Wow wow! Belum lagi cake-cake yang datang silih berganti, membuatku tidak makan malam hari itu.
Hari ini, pesta ulang tahun sederhana akan digelar. I love this site!
Tags: hut, ulang tahun
Posted in Kantor Tersayang
Hari ini aku berbahagia sekali. Karena hasil medical check up-ku di RSUD Tarakan menyimpulkan: Pada saat pemeriksaan, fisik dalam keadaan baik. Seorang teman yang bertemu denganku di RS yang sama bahkan memberiku ucapan selamat setelah membaca hasil medisku itu.
Wow!!!!!
Aku sendiri tidak bertanya pada tenaga medis yang memberikan berkas medical check up itu. Dia juga tidak bicara apa-apa. Jadi aku menyimpulkan tak ada masalah dalam kesehatanku. Dan setelah membaca kesimpulan itu, aku membenarkan dugaanku sendiri. Apalagi temanku itu juga “mengacungkan jempol” untukku.
Ini adalah kali pertama aku melakukan medical check up, meskipun tidak menyeluruh. Aku menjalani rekam jantung (EKG), foto thorax (paru-paru dan jantung) serta tes darah plus urine. Tarif untuk semua ini Rp 434 ribu plus “daftar ulang” Rp 45 ribu. Hari Jumat ke sana, hasilnya didapat hari Selasa (12/7/2011).
Aku jadi teringat petuah seorang ustad, nasihat yang melekat erat di otakku, tentang dua prioritas doa kepada Allah. Pertama, adalah agar ditetapkan dalam iman Islam. Kedua, agar diberi kesehatan jasmani rohani. Ketiga dan seterusnya, terserah Anda. Alhamdulillah, terimakasih atas nikmat sehat ini. Semoga menjadi modal untuk kebaikan. Amin.
Meski bertahun-tahun lewat Benhil, yang kuketahui tentangnya hanyalah gedung kembar BRI yang menjulang tinggi. Juga ojek yang mengacungkan telunjuknya pada setiap orang yang lewat di bawah jembatan penyeberangan. Hanya itu yang terlihat di pinggir Jalan Sudirman. Lainnya aku tidak tahu.
Tapi setelah ikut kegiatan ”ekstra kurikuler” dengan menjadi distributor independen Synergy, yang berkantor di gedung BRI II, jadinya aku sedikiot menjelajah Benhil by myself. Aku menyusuri sekitaran pasar Benhil atau pun sisi gedung BRI lainnya.
Yang kususuri adalah wajah Jakarta yang tidak gemerlap seperti Jl Sudirman. Gang~gang sempit dan warung~warung murah. Aku makan 2 kali di kaki lima pasar Benhil di malam hari, dengan harga termahal Rp 15 ribu.
Aku juga makan siang di warung padang n warung Cirebon pada sisi yang lain. Meski aku mampu membeli makanan di restoran di gedung BRI (ehm!ehm!), tapi entah mengapa menyusuri gang~gang Benhil cukup menyenangkan bagiku. Pengalaman baru.
Aku bisa melihat para pekerja yang pulang/berangkat kerja dengan dandanan rapi atau santai, melihat warung-warung yang selalu ramai pembeli, atau penghuni kos-kosan yang melimpah di sini. Sungguh berdenyut!!
****
Suatu siang, aku makan di “warung padang” di sebuah gang di dekat Pasar Benhil. Di depan warung itu terdapat toko2 percetakan seperti kartu nama, offset, salon, sembako.
Di warung itu tengah melungker 3 ekor anak kucing. Dua orang satpam juga baru saja selesai makan dan tengah membaca koran sesi sport.
Ibu penjual adalah seorang yang ramah dan murah senyum. Setiap perkataan selalu diiringi dengan tawa kecil. Dia tidak seperti orang Padang, tapi seperti orang Jawa.
Aku sempat ngobrol dikit padanya. Di mana dia tinggal? Dia menjawab, dia kos tak jauh dari warung sempitnya sebulan Rp 350 ribu. Dia kos berdua (dengan anaknya?). Rumah aslinya di Pekayon, Cibubur. Kira-kira per dua minggu baru pulang. Untuk warungnya, dia beli sekitar 5 tahun lalu sekitar 2,5 juta. “Kalau sekarang 6 juta saja tidak dilepas,” ujarnya. Tiap bulan, dia membayar uang listrik sekitar Rp 100 ribuan.
Sebelum dagang di Benhil, ibu itu berjualan di lahan kosong yang kini menjadi Senayan City. karena digusur, dia membeli lapak di Benhil. Omzet Warungnya lebih laris saat di Sency dibandingkan di Benhil sekarang.
Tags: Add new tag, benhil, synerny
Posted in Jalan Sutera
Jalanan Jakarta yang buruk tidak hanya berbahaya bagi pemotor, yang terperosok jalan berlubang. Pejalan kaki sepertiku, yang lewat di trotoar amburadul, juga jadi korban.
Saat berjalan sekitar 200 meter dari kantor, tiba-tiba kliuk! Kaki kananku terperosok trotoar yang tidak rata. AKibatnya fatal. Sepatuku, yang kubeli dengan harga nyaris sejuta rupiah (sepatu termahal yang pernah kubeli hehehe), terpelintir dan robek! Ouggcchhh!!
Aku mampir ke gerobak rokok pinggir jalan, apakah dia menjual sandal jepit. Sayang sekali, penjualnya menggeleng.
Dengan tertatih-tatih, dengan sepatu robek sebelah, aku mencapai halaman kantor. Setiba di lobi hendak naik tangga, aku lepas sepatuku hingga tujuan. Setelah itu memfoto sepatuku sayang, sepatuku malang…hiks!
Namanya orang Jawa, setiap kejadian selalu ada kata “untunglah”. Meskipun ini pengalaman tidak menyenangkan, tapi aku tetap bersyukur. Bersyukur karena kejadian ini hanya beberapa meter dari kantorku. Bersyukur karena ini hari Minggu, jadi jalanan agak sepi. Tengsinnya tidak terlalu banyak. (Wah nanti malam harus belanja sepatu nih!)
Search
Featured Video
Recent Comments
Hot Topics
- Pagi Miss Universe, Malam Muslimah Beauty
7 comments received - Tentang Sebuah Buku
5 comments received - yeeee...
5 comments received - Hooters
5 comments received - Miss Krupuk
5 comments received
Categories
- Bacaan (29)
- Jalan Sutera (94)
- Kantor Tersayang (74)
- Aneka Ria (55)
- Menu Jiwa (30)
- Sampingan Akhir Pekan (4)
- Peluang Bisnis (2)
- Produk ProArgi-9 Plus (1)
- Kelirumologi (17)
Archives
- November 2011 (3)
- September 2011 (2)
- August 2011 (1)
- July 2011 (2)
- June 2011 (8)
- May 2011 (2)
- April 2011 (9)
- March 2011 (2)
- December 2010 (2)
- October 2010 (4)
- September 2010 (9)
- August 2010 (5)
Blogroll
- ana kabiro jakarta - ngeyel terusss
- Bu Cumi - keriting dong ah
- kak adi nih
- Mionya Bu Kokom nih
- Mionya Bu Kokom nih - ewww3
- my lovely detikcom - online media no 1
- punya pak dosen donnybu - pak dosen
1
Comments