• 18

    Oct

    Menua Tidak untuk Dilawan

    Menua adalah sesuatu yang ‘wow’, lebih-lebih bagi perempuan. Dulu ketika usiaku masih cukup muda, aku sering memandangi kakak-kakakku yang mengoleskan aneka krim ke wajah dan kulit mereka dengan tujuan untuk menghambat penuaan. Sekarang, saat aku juga sudah menua, aku kerepotan untuk melawan usia. Bahkan aku tidak sesiap kakak-kakakku itu. Hihi.. Hingga aku kemudian membaca tentang Sharon Stone (55), pemain Basic Instic yang fenomenal itu, yang santai menghadapi masa tua: She wants to grow old gracefully, and is proud of looking so natural at her age. ‘I have never been a person who lies about their age. I’ve always thought that ageing is something we should grow into, not try to fight.’ Hadist sahih Nabi SAW juga sudah mengingatkan bahwa ‘tua tiad
    Read More
  • 20

    Sep

    Entering a Lifestyle Place

    Minggu ini, setelah mengambil cuti 3 hari, aku merasakan aura positif yang aku berdoa semoga tahan lama. Bahkan saking positifnya, aku mendaftar ke klub kebugaran pada pukul 22.30 WIB! Sungguh hal yang tak pernah terbayangkan selama ini. Pagi tadi, sebelum ke kantor, aku mampir ke klub itu. Untuk treatmill dan menggenjot sepeda. Lumayanlah untuk permulaan. Tapi efeknya adalah sekarang aku mengantuk (dampak olahraga bukankah membuat tidur enak? Jadi wajar jika ngantuk ya hehehe). *ongkos bulanan sekitar 560-an untuk 2 klub. kenaikan iuran tiap tahun sesuai inflasi. buka mulai pukul 6 pagi hingga 10.30 malam.*
    Read More
  • 24

    Jul

    Kenangan di Makkah

    media center haji 2011 Bersama teman-teman jurnalis dari TVOne, RRI, Okezone, Pikiran Rakyat, TVRI, Antara, Sindo, Suara Karya, RCTI, dan Republika, di sebuah restoran (?) di Makkah. 2011.
    Read More
  • 30

    Jun

    Mbak Ria, Aku dan Bu Dokter

    Siang ini aku iseng buka-buka folder dan menemukan foto-foto kecil ini kiriman dari teman. Foto itu menggambarkan suasana di sebuah restoran kecil di madinah pada musim haji 2011. Ini adalah restoran yang menunya cocok di lidah kami, orang Indonesia. Seporsi nasi sekitar 10-15 riyal. Aku diapit oleh Mb Ria (RRI) dan seorang dokter (duh, aku lupa namanya). Beliau berdinas di sebuah rumah sakit di Malang dan telah berulang kali menjadi petugas haji bagian kesehatan. Setiap tahun beliau dan keluarga selalu umroh. Tanah Suci sudah menjadi daerah kecintaannya. Siang itu, kami makan dengan ditraktir Bu Dokter itu. Lokasi restoran itu tidak jauh dari rumah sakit haji Indonesia di Madinah. Jadi pegawai di restoran itu sudah sangat hafal dengan petugas-petugas rumah sakit, termasuk Bu Dokter ters
    Read More
  • 15

    Feb

    Meteor Pengusir Setan!

    Salah satu tafsir yang mempesonaku dan kupercaya kebenarannya adalah tafsir soal bola api (meteor) atau bintang jatuh. Berdasar bacaanku semasa remaja dulu, meteor yang jatuh ke bumi adalah bola api yang dilemparkan oleh malaikat kepada jin-jin yang bersekutu dengan dukun/paranormal di bumi. Jin-jin itu bertugas mencuri dengar tentang kabar-kabar langit untuk disampaikan kepada dukun dan memberinya bumbu macam-macam (bohong). Malaikat lantas mengusir para setan itu dengan lemparan bola api (meteor). Meteor yang jatuh ke bumi (meteorit) meninggalkan bekas cukup luas. Bekas-bekas meteorit itu banyak terdapat di kawasan-kawasan yang menurut sejarahnya banyak dukunnya di negara Barat. Bekas meteorit di Indonesia tidak terlalu banyak. Ini ayat-ayat Al Quran yang ditafsirkan sebagai meteor yan
    Read More
  • 21

    Nov

    Wisma Haji di Madinah

    Haji Suprijana aka Ahmad Hamzan, Kabiro TVOne di Surabaya, tiba-tiba mengirimkan foto-foto saat kami bertugas di Arab Saudi tahun 2011. Aku sendiri belum sempat mendownload foto-fotoku dari memori kamera dan BB. Foto kecil ini diambil di depan Wisma Haji Indonesia di Madinah. Wisma ini seperti hotel 5 lantai, menjadi kantor plus hunian panitia haji. Dari tiga wisma haji di Saudi yaitu di Makkah, Madinah dan Jeddah, wisma di Madinah paling keren. detikcom biasanya meminta agar wartawannya ditempatkan di kota ini karena paling “menyehatkan”. I guess that’s good idea! Madinah bukan kota utama ibadah haji dan umroh. Dia ‘hanya’ tempat menjalankan ibadah sunat berupa salat arbain yaitu salat 5 waktu selama 8 hari (40 waktu) dan juga ziarah ke makam Nabi Muhammad
    Read More
  • 7

    May

    Rumah Makan Indonesia di Madinah

    Ini masih tentang cerita haji. Maafkan aku karena tidak terlalu banyak menulis saat berdinas di Arab Saudi. Hal itu karena sesekali aku mengalami kesulitan jaringan, utamanya di Arafah. Saat di Makkah dan Mina aku tak bisa menulis banyak karena kelelahan. Padahal banyak banget ide yang ingin kutulis, namun sayangnya tidak bisa banyak hal yang kulakukan. Selain itu, di Tanah Air juga sedang ramai berita yang lebih menarik, berita haji kecuali yang bagus banget, kurang menarik. Baiklah, aku akan menulis tentang foto di atas. Ini bisa ditemukan di Elyasa Center 2, salah satu gedung modern di lingkungan Masjid Nabawi di Madinah. Gedung ini juga menjadi tempat tinggal para jamaah Indonesia. Tahun 2011, jamaah Indonesia memang mendapat jatah hotel yang sangat dekat dengan masjid, di kisaran 0-6
    Read More
  • 6

    May

    About Hajj

    Malam ini aku mengulang ritual yang kulakukan saat berdinas 2,5 bulan di Arab Saudi dulu saat pagi hari: membuka website Saudi berbahasa Inggris yaitu arabnews. Berita tentang haji dari media itu sangat membantuku memahami operasi haji. malam ini aku menemukan artikel bahwa 36 ribu toilet baru akan dibangun dalam tempo 3 tahun di Tanah Suci. Tahun ini 6.000 toilet baru dibangun di Mina/Arafah. Wow, its so huge! Aku ingat, Mina/Arafah adalah lahan yang sempit. Mencari tanah kosong di dua daerah bukan perkara sepele. Nantinya, toilet ini akan dibangun seperti di Makkah (Masjidil Haram), yaitu dua lantai. Lantai biru untk pria, lantai pink utk lelaki. Kurasa itu ide yang cerdas,. Oya, dulu sebelum aku naik haji, aku membaca sejumlah buku n artikel mengenai haji dan mengikuti pula pelatihann
    Read More
  • 3

    May

    Gradasi Kulit Hitam

    Berkunjung ke negara-negara asing selalu mengingatkan pada “kreativitas”Illahi. Kenangan terakhir yang membekas adalah tugasku di Arab Saudi selama 2,5 bulan (sept-des 2011). Di bulan haji, sekitar 5 juta Muslim sedunia tumpah di Makkah pd puncak haji dan di Madinah, kota suci kedua. Tidak ada gathering akbar di dunia melebihi haji. Mereka berasal dr segala penjuru dunia, kaya-miskin, dan dr aneka ras. Yang menancap di memoriku adl jamaah kulit hitam. Sebagai warga kulit sawo matang, tentu kita lebih suka melihat org berkulit lbh terang n agak gimanaaaa terhadp kulit hitam. Tapi aku srg mengais-ais sisi menarik secr fisik seseorg. Setiap bertemu org kulit htm aku amati mrk, aku pikirkan n akhirnya muncul kesimpulan; mereka manis-manis! Mrk memiliki postur tubuh langsing, ti
    Read More
  • 21

    Nov

    Asyik Memakai Rompi

    di pilar jumroh aqobah Baru kali ini aku memakai rompi dan memiliki (tepatnya diberi) rompi. Ternyata memakai rompi asyik. Aku bisa menaruh notes, pulpen, atau pernik lainnya di keempat kantongnya. Memang cocok buat wartawan! Sayang, kalau pake rompi di Jakarta sering diledek seperti  tukang ojek atau wartawan gadungan. Hhehehe… Ini adalah fotoku saat di pilar untuk lempar aqobah di jembatan jamarat, Mina, sekitar 7 km dari Makkah. Aku mengagumi jembatan jamarat yang berlantai 5 yang mampu menampung 5 juta jamaah, dengan arus 300 ribu jamaah per jam. Aku menulis khusus tentang jembatan ini dengan judul: MENGAGUMI JEMBATAN JAMARAT di  MINA. Aku dkk mengunjungi jembatan itu sebelum puncak haji. Sepi. Saat puncak haji, masya Allah, buat jalan saja berimpit-impitan! Padah
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post